Jumat, 15 Juni 2012

PENGERTIAN DASAR BUDDHA DHARMA”

 RESUME  BAB 1
“PENGERTIAN DASAR BUDDHA DHARMA”


LAILA NIHAYATI
1110032100071

    Tri Ratna

http://www.thesocialleader.com/2010/03/entrepreneurial-foundations-free-society-part-2-skills/



Triratna yang bermakna tiga permata adalah tiga buah pengakuan dari setiap penganut agama Buddha, seperti halnya dengan credo di dalam agama Kristen atau syahadat di dalam agama Islam. Tiga buah pengakuan di dalam agama Buddha itu berbunyi :
(1) Buddham Saranam Gacchami
(2) Dhamman Saranam Gacchami
(3) Sangham Saranam Gacchami
Bermakna :
(1) Saya berlindung di dalam Buddha
(2) Saya berlindung di dalam Dhamma
(3) Saya berlindung di dalam Sangha

Triratna harus diucapkan tiga kali. Pada kali yang kedua diawali dengan Dutiyam, yang bermakna: buat kedua kalinya. Pada kali yang ketiga diawali dengan Tatiyam, yang bermakna: buat ketiga kalinya.
Secara garis besar, ajaran agama Buddha dapat dirangkum dalam tiga ajaran pokok, yaitu Buddha, Dharma, dan Sangha. Ajaran tentang Buddha menekankan pada bagaimana umat Buddha memandang Sang Buddha Gautama sebagai pendiri agama Buddha dan asas rohani yang dapat dicapai oleh setiap makhluk hidup.
Ajaran tentang Dharma, banyak membicarakan mengenai masalah-masalah yang dihadapi manusia dalam hidupnya, baik yang berkaitan dengan ciri manusia sendiri maupun hubungannya dengan apa yang disebut Tuhan dan alam semesta dengan segala isinya.
Ajaran tentang Sangha, selain mengajarkan bagaimana umat Buddha memandang sangha sebagai pasamuan para bhikkhu, juga berkaitan dengan umat Buddha yang menjadi tempat para Bhikkhu menjalankan dharma-nya, juga dengan pertumbuhan dan perkembangan agama Buddha, baik di tempat kelahirannya di India maupun di tempat-tempat agama tersebut berkembang.

    Buddha
 http://www.buddhablends.com/
 Secara etimologi, Buddha berasal dari “Buddh” yang berarti bangun atau bangkit, dan dapat pula berarti pergi dari kalangan orang bawah atau awam. Dari arti-arti etimologis tersebut, perkataan Buddha mengandung beberapa pengertian, seperti : Orang yang telah memperoleh kebijaksanaan sempurna, orang yang sadar secara spiritual; orang yang siap sedia menyadarkan orang lain secara spiritual; orang yang bersih dari kotoran batin yang berupa dosa (kebencian), lobha (serakah), dan moha (kegelapan).
Buddha adalah seseorang yang telah mencapai penerangan sempurna. Tujuan terakhir dari seluruh umat Buddha dari sekte dan aliran agama Buddha manapun ialah mencapai penerangan sempurna dan menjadi Buddha.

    Dharma
http://dharmasakya.blogspot.com/2012/04/sepuluh-prinsip-universal-dalam-agama.html
http://www.freewebs.com/jimboheavenshin/
 Dharma adalah doktrin atau pokok ajaran, inti ajaran agama Buddha dirumuskan dalam Empat Kebenaran yang Mulia atau Cattari Ariya Satyani, yang terdiri dari :
♠ Dukkha, adalah penderitaan atau ketidakpuasan, tetapi istilah seperti yang digunakan di dalam Empat Kebenaran Mulia ini mengandung arti yang lebih dalam dan lebih luas. Tentu saja, Dukkha mencakup penderitaan fisik dan mental, seperti kelahiran, peruraian, penyakit, kematian, berpisah dengan yang menyenangkan, dan sebagainya. Kebenaran tentang Dukkha meliputi seluruh keberadaan, dalam kebahagiaan dan kesedihan kita, di setiap aspek kehidupan kita. Sepanjang hidup kita, kita mengalami kebenaran ini dengan jelas.
♠ Samudaya, adalah kesunyataan tentang asal mula Dukkha. Dukkha disebabkan adanya nafsu keinginan, kerinduan (Tanha) yang berhubungan dengan kenikmatan indriya dan pikiran untuk terus mempertahankannya, atau menolak sesuatu yang tidak disukai dan hal ini mengakibatkan timbulnya proses Tumimbal-Lahir.
♠ Nirodha, adalah kesunyataan tentang lenyapnya Dukkha. Dukkha dapat lenyap dengan padamnya nafsu keinginan dan padamnya arus kekotoran batin yang berarti terhentinya proses Tumimbal Lahir dan tercapainya Nibbana.
♠ Magga, adalah kesunyataan tentang jalan menuju lenyapnya Dukkha yang dapat dicapai dengan Delapan Ruas Jalan Utama, yaitu :
    → Pengertian yang benar
    → Maksud yang benar
    → Bicara yang benar
    → Perbuatan yang benar
    → Kerja yang benar
    → Perhatian yang benar
    → Konsentrasi yang benar

    Saddha
 http://www.facebook.com/note.php?note_id=389986968705
Saddha adalah sebutan dalam bahasa Pali, yang berarti keyakinan atau kepercayaan benar. Dalam ajaran Buddha, sesungguhnya menekankan suatu kepercayaan yang ditimbulkan oleh sesuatu yang nyata, atau dapat diartikan sebagai keyakinan yang telah mencakup pengertian percaya didalamnya.
Jadi, kata Saddha itu, dapat diartikan sebagai :
1.    Keyakinan
2.    Kepercayaan benar
3.    Keimanan dalam Bakti.

Saddha bukanlah suatu kepercayaan yang membuta, melainkan suatu kepercayaan, seperti yang dimiliki para siswa di sekolah menengah, dimana siswa-siswa yakin akan adanya atom dan molekul. Tetapi mereka tak dapat membuktikannya. Sama seperti kita, yang percaya akan adanya Tuhan tetapi kita tak dapat membuktikannya.
Saddha mengandung tiga unsur, yaitu:
1.    Keyakinan kuat tentang suatu hal
2.    Kegembiraan mendalam terhadap sifat-sifat yang baik
3.    Harapan memperoleh sesuatu di kemudian hari.

    Keyakinan Buddha
http://www.samaggi-phala.or.id/naskah-dhamma/ketuhanan-dalam-agama-buddha/
    Sang Hyang Adhi Buddha
Adhi Buddha yaitu Budha yang pertama, yang dipandang sudah ada pada mula pertama, yang tanpa asal, yang berada karena dirinya sendiri, yang tak pernah tampak karena berada di dalam nirwana.
Adhi Buddha adalah dharmakaya yang kekal, abadi, tanpa awal tanpa akhir, tanpa bentuk, dan meliputi seluruh jagad raya, hanya dapat diselami oleh mereka yang mencapai kesadaran teragung.

    Para Buddha
    Bodhisatwa

http://tamandharma.com/forum/index.php?topic=4843.

Secara etimologi, bodhisatwa terdiri dari kata Bodhi yang berarti suci, dan Satwa yang berarti makhluk. Jadi, bodhisatwa artinya makhluk suci. Secara harfiah, bodhisatwa berarti orang yang tabiatnya adalah makhluk yang sempurna, orang yang mempersiapkan diri untuk mencapai tingkat Buddha.
Menurut sifat-sifat dan tingkat kebijaksanaannya, Bodhisatwa dibagi menjadi tiga, yaitu :
• Bodhisatwa Pannadhika, yaitu Bodhisatwa yang di dalam usahanya mencapai tingkat kebudhaan lebih mengutamakan kebijaksaan (panna), dimana lebih banyak mengadakan perenungan terhadap hakekat dari hidup dan kehidupan ini dengan melakukan Samadhi. Pada tingkat ini yang paling cepat untuk mencapai tingkat Buddha yang tertinggi, yaitu Samma Sambudha.
• Bodhisatwa Saddhadhika, yaitu Bodhisatwa yang di dalam usahanya untuk mencapai tingkat kebudhaan lebih mengutamakan keyakinan (saddha) terhadap Dhamma yang diajarkan oleh Sang Buddha.
Penerangan sempurna yang telah dicapai oleh seorang Bodhisatwa Saddhadhika yaitu Savaka-Bodhi, yaitu dengan jalan berguru.
• Bodhisatwa Viriyadhika, yaitu Bodhisatwa yang di dalam usahanya untuk mencapai tingkat kebudhaan lebih mengutamakan pengabdian kepada penderitaan semua makhluk dengan kemauan kerasnya. Bilamana Bodhisatwa Viriyadhika ini telah mencapai penerangan sempurna ialah yang disebut Pacceka Bodhi dan kemudian menjadi Pacceka Buddha. Pencapaian tingkat Pacceka Bodhi dan Pacceka Buddha ini adalah tanpa bimbingan seorang guru, melainkan usahanya sendiri yang selalu mengabdi kepada makhluk-makhluk tanpa pamrih.

    Arahat




http://budhisme.wordpress.com/2012/05/24/makna-puja-doa-hari-suci-tempat-suci-dan-ajaran-tentang-sangha/
http://www.scribd.com/doc/3481879/Arahattamagga-Arahattaphala 













Yaitu orang suci tingkat tertinggi yang telah membasmi atau mematahkan sebanyak lima belenggu pada tingkat Anagami ditambah lima belenggu lagi, yakni : Ruparaga, Aruparaga, Mana, Uddhaca, dan Avijja, jadi seluruhnya berjumlah sepuluh belenggu pada tingkat arahat ini, dengan Magga yang telah dipergunakan dan Phala yang diperoleh, yaitu terbebas dari kelahiran dan kematian di alam manapun juga, inilah yang disebut Orang Keramat yang telah bersatu dengan Sang Hyang Adi Buddha.

2 komentar: